Orang Memotong Habis Jenggot-Nya Bukan Saja Kyai Bodoh,  Tapi Lebih Goblok Dari Kingkong Dan Beruang.

Kol

Karena sangat benci campur jengkel melihat orang berjenggot, salah satu cucu Hasyimpun terpaksa merusak citra relijiusnya Mbah Hasyim Asy’ari. Tega teganya menghilangkan gamba berjenggot Mbah Asy’ari. Sama halnya juga dengan menggurui para pemuka agama awalnya yang menuntut tetap petingnya pemeliharan “jenggot”.

Menarik di bahas masalah jenggot, tidak sekedar dari kaca mata agama yang nyata adalah bagian dari pernitah agama,  kalau dikembalikan pada sumber naqliyahnya seperti riwayat berikut ini :”

Ketika Kisro (penguasa Persia) mengutus dua orang untuk menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka menemui beliau dalam keadaan jenggot yang tercukur dan kumis yang lebat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka melihat keduanya. Beliau bertanya,”Celaka kalian! Siapa yang memerintahkan kalian seperti ini?” Keduanya berkata, ”Tuan kami (yaitu Kisra) memerintahkan kami seperti ini.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Akan tetapi, Rabb-ku memerintahkanku untuk memelihara jenggotku dan menggunting kumisku.” (HR. Thabrani, Hasan. Dinukil dari Minal Hadin Nabawi I’faul Liha)”. Apa yang terkandung dalam hadits itu tidak bisa di hapus dengan sekedar ukuran gengsi berjenggot,  atau takut karenan di cap teroris oleh kelompok Teroris anti agama yang membunuh muslim atas nama Negara.

Sebut saja tokoh tokoh NU yang terdampar dalam agama politik praktis,  terlalu mudah beropini untuk kepentingan teroris berkedok pancasila (intelijen) , sangat beroroma pesanan kalangan intel yg merayap di sela sela ormas Islam. Bagaimana mungkin seorang Aqil Siroj, ketua PB.NU, seorang muslim, Ulama yang tiap hari bergelut dengan kitab hadits, menjadi penghina orang orang yang  menulis kitab yang dijadikan sandaran agama?. Bukan saja lucu,  tetapi juga konyol,  menjadikan kebodohannya untuk me, porak porandakan fiqih fiqih Islam yang banyak bicara jenggot. Ada apa sebenarnya yang terjadi deng hasil kompilasi tokoh tokoh NU,  menyerang orang orang berjenggot sebagai modal merebut pengaruh politik. Karena gagasan NU selama ini, berujung dari pemikiran anti TERORIS, dengan menggambar ” seorang celana cingkrang,  berjenggot dan bersurban”. Sebuah rumusan Narsis NU tentang teroris, selain bentuk pembodohan NU kepada warganya yang rata rata “Muqallidan” robot yang tunduk patuh pada kyainya tanpa membantah.

Sebenarnya tokoh dan Ketua PB.NU, Said Aqil Siroj ini termasuk salah satu gerbong pemikiran yang aliansi liberalisme,  menjadi inspiratif kekuatan liberal baik disengaja atau tidak,  karena selain membokong Islam itu sendiri dengan menempatkan Fatwanya sebagai tuhan yang harus di patuhi NU,  disisi lain terdapat indikasi kuat melenyapkan pemikiran Islam yg lahir dari kandungan orang orang berjenggot.

Sedang masalah jenggot ini sebenarnya tidak memerlukan dalil,  bahwa jenggot itu ciptaan Tuhan, apa mungkin Tuhan menganiaya hambanya menjadi badut dan bodoh, karena jenggotnya. Terlalu nakal otaknya Kyai Said yang meraih gelar doktor dari negeri wahabi,  karena harus sedikit sinting melahirkan gagasan gila,  dengan menuduh Tuhan pencipta Jenggot adalah Tuhan yang melegalkan kebodohan. Jutaan manusia berhasil didunia ini, rata rata di dominasi oleh manusia berjenggot, otak otak cerdas didunia ini didominasi manusia berjenggot. Lalu apakah tokoh PB. NU termasuk cerdas ? , tentunya menjadi makhluq bodoh yang paling bodoh, terbukti IQ nya rendah,  analisnya tumpul,  ketika dibenturkan pada permasalahan jenggot,  terpaut pada Fatwa orang sama tololnya dalam beragama.

Advertisements