TULISAN INI BERSIFAT BANTAHAN SECARA DIALOGIS SUNNI Versus SYIAH.

SYIAH :”Provokasi mazhab masih saja mengemuka, meskipun penjelasan demi penjelasan telah dilakukan.

SUNNI :” Dusta besar, tema yang menggiurkan. Syiah bukanlah Mazhab, melainkan agama tersendiri yang berulang ulang dijelaskan untuk memprovokasi umat Islam, seolah Syiah adalah Islam, padahal sebuah agama peninggalan Mitra Persia yang berhaluan dua belas Dewa, Murid Murid Mitra.

SYIAH : “Ini bisa terjadi karena kecenderungan masyarakat Arab yang lebih -terbiasa dengan bahasa lisan, malas membaca dan rendah semangat keilmuannya sehingga sangat mudah terprovokasi.
.
SUNNI :” Permainan kata kata yang justru menunjukkan tulisan seorang Provokator, demensi tulisan provokatif yang menggambarkan klaim murahan Syiah. Bahwa bangsa Arab lebih maju berpikirnya, dibangun dengan kekuatan tata bahasa yang begitu kuat, terbukti bahasa Arab menjadi bahasa Tuhan, juga derajat orang Arab jauh lebih tinggi dibandingkan Persia yang Harus mencangkok kebesaran Islam, apa kurang Nabi Muhammad yang diangkat dari orang Arab bukan Persia yang paganis.

SYIAH :”Akibatnya cerita cerita tidak masuk akal disebarkan dan mereka dengan mudah menelannya, apalagi tidak tersedia literatur kritis di dalam khasanah mereka soal soal agama dan filsafat yang membuat mereka bisa mencerna Islam dan setidaknya mencegah mereka dari perbuatan merusak masyarakat yang hanya akan mereka menuai kegagalan dan kehinaan.

SUNNI :”Sebenarnya yang tidak masuk akal, cerita Ahlul bait yang lebih mirip Tuhan Paganis, bikinan syiah, bagaimana mungkin Ahlul bait harus mengagungkan keluarga Husein semata, berdasarkan kitab perkecualian yang mana, dan harus menghapus keturunan Hasan, kalau bukan karena darah Persia penganut mazhab Mitra yang meng-agungkan tuhan Mitra, yang menjadi Istri Husein. Apa ada keturunan imam Hasan yang diagungkan ?

SYIAH:”Kelemahan pikir dan tradisi riset kritis itulah yang memberanikan mereka untuk menyebarkan sekarang fitnah dan berita omong kosong itu di media sosial kita saat ini “.

SUNNI :” Apa bukan ketidakmampuan berpikir orang Persia yang didorong demdam terhadap kekalahan melawan Islam, membuat Persia terdorong menghalakan segala cara, menebar fitnah dan kedustaan tentang Ahlul Bait model Syiah laknatullah.”

SYIAH :”Bahkan tulisan provokatif itu memfitnah Tuhan dan Rasulnya atas namma hadis ini dan itu. Hadis hadis sudah jadi tempat untuk mau menuliskan apa saja atas nama sesorang mendengar dari Nabi”.

SUNNI :” ini lelucun besar Syiah menenjukkan kreatis kedustaan, mencela para Ulama hadits SUNNI, ucapan yang nyata kebenciannya kepada hadits hadits Nabi versi Sunni dan menuduh Ulama Sunni berdusta atas Nama Allah dan Rasul-nya karena semata ingin melariskan Hadits hadits warisan Ahlul Bait model Persia, juga produk keyakinan Persia yg dibuat sedemikian Rupa”.

SYIAH:” Setelah saya mendengar ini dan itu kemudian ada satu kelompok yang bisa difitnah dan dihabisi semua eksistensinya.”

SUNNI : ” Terbalik, mestinya diarahkan pada Syiah sendiri yang berusaha menghapus Eksistensi Islam, dan membangun Eksistensi Syiah sejak jaman lahirnya Syiah, berkali kali menebar kelabu sejarah.

SYIAH : “Bayangkan bisa mengatakan bahwa ada menurut hadis ada satu kaum (Syiah) yang percaya bahwa Imam mereka mengetahui apa yang tidak diketahui Tuhan. Kalau ada kaum seperti itu, apa masih bisa disesbut itu manusia, jangan kata beriman apalagi Islam.”

SUNNI :”Itu benar benar ada dalam kitab Syiah, bukan rekayasa Sunni, tetapi fakta, bahwa kitab kitab Syiah yang diterbitkan Iran terdapat kalimat yang menyatakan Imam lebih hebat dari Tuhan. Dan memang tidak layak menyebut Syiah Islam.

SYIAH :”Tetapi pendapat jahat tersebut hanya bisa masuk ke pikiran orang orang bodoh dan lemah akalnya karena atas nama hadis. Maka bertebaranlah hadis aneh aneh ini dan itu”.
SUNNI :”ya dimaklumi memang karena sangat bodohnya pemeluk SYIAH dicekokin apa saja mau oleh imam iman dan da’i da’i , hingga harus berdarah darah, menebar cerita palsu para sahabat Nabi yang diluar kawasan sahabat model Syiah”.

SYIAH :”Sampai sampai sudah semua usaha dilakukan oleh Syiah utk membuktikan bahwa tidak ada itu yang namanya Qur’an asli mereka yang berbeda, mereka menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawah Alqur’an tingkat internasional, qari mereka juara dunia berkali kali, Qur’an mereka dibagi, tamu dari berbagai negara diundang untuk melihatnya sendiri apa ada qur’an lain itu dan sampai kiamat insya Allah tidak akan pernah ada kebodohan soal qur’an lain itu tetapi pasti fitnah itu tidak mau percaya.

SUNNI :” Ucapan tersebut biasa dibawakan pelawak, badut yang bisa membuat orang tertawa dan terhibur karena cerita komidi yang ditampilkan cukup menghibur penonton yang bodoh bodoh seperti pemeluk Syiah. Bukan karena bualan tersebut, tetapi juga konsumsi kedustaan cerita yang disebarkan dengan berbagai cara, agar orang percaya kalau ada Al-Quran yang terlupakan.”.

SYIAH :”Karena memfitnah adalah alasan mereka hidup dan bergairah dalam membuat kerusakan.

SUNNI :” Ya itu akibat menabur angin, pasti menuai badai, selaksa kedustaan sejak ceritAhlul Bait adalah tebaran angin yang mendatangkan badai

SYIAH :”Lantas ada orang orang yang mestinya berakal sehat ikut menyebarkan kebohongan itu, karena kepentingan dunia soal ini dan itu. Kalau dikatakan bahwa qur’an lain itu tidak ada maka nanti mereka jawab bahwa bantahan tersebut bohong karena ada dalam buku syiah.

SUNNI : Apa yang disebutkan tentang fiktif , memang ujar kata fiktif, horor, mistery , heroik, selain tetap santun menista Quran. Bukan saja ini memang sebuah retorika taqiyah, guna menjukkan pakaian luar Syiah, layaknya sang mujahid yang membela kemurnian Quran, padahal sedang merumuskan tandingan Quran “.

SYIAH : “Nah dasar buku syiah itulah yang jadi masalah. Apakah orang mencintai Ali yang berilmu, yang memiliki semua kualitas unggul tidak terbantahkan itu karena buku syiah, apakah mencinta Ahlul Bait itu karena buku tulisan orang syiah. Siapa orang syiah yang menulis buku itu.

SUNNI :” Sejak kapan Ahlul Bait harus Ali, harus dari keturunan Husein, mengapa tidak muncul Hasan, dan harus Alikah, kalau harus Ali mengapa tidak mengikut sertakan Semua hadits, hadits Ali yang diriwayatkan
SUNNI. Ali menurut siapa, Ali menurut kitab kitab Syiah, dan sejak kapan 12 Imam harus dari keturunan Husein ?

SYIAH :” Kalau Alqur’an mengatakan bahwa sesungguhnya Allah berkehendak mensucikan kalian wahai Ahlul Bait sesuci sucinya ( Al Ahzab 33), artinya bila menurut logika mereka berarti kehendak Allah tersebut terjadi karena ada buku yang ditulis orang syiah beberapa ratus tahun kemudian. Nanti jawab mereka karena syiah di zaman Ali ada Abdullah bin Shaba. Artinya logika itu mengatakan.

SUNNI : sebuah Nalar yang salah, masalahnya mengapa Ahlul Bait Harus Ali, apakah ayat tersebut maknanya Ali, dan beranggapan selain Ali, misalnya para Istri Rasulullah bukan Ahlul bait. Apa mungkin karena seumpama orang lain yang punya Istri dan Anak dari istrinya pertama yang lain, tidak, lalu istri istri yang tidak punya keturunan bukan keluarga besar dari keluarga tersebut alias Ahlul bait ?.

SYIAH :” Bahwa Abdullah bin Shabah yang mempengaruhi Allah untuk berfirman soal Ahlil Bait dalam Al qur’an, mestinya begitu logikanya… Atau ayat al qur’an yang mengatakan bahwa “katakanlah hai Muhammad,. aku tidak meminta upah atas. dakwahku kecuali kecintaan pada keluargaku” juga termasuk yang dipengaruhi oleh Yahudi Abdullah Bin. Sabah atau karena tulisan buku orang Syiah ?

SUNNI :” Coba kalau kata Mawaddah Fi Qurba diartikan sempit menjadi Ahlul bait yang mengkerucut pada Husein saja, nilai Alquran itu sendiri menjadi sirna, karena sebatas Husein, Ali, tanpa kerabat Nabi yang lain, mengapa tidak diartikan dengan “kecintaan pada kerabatku”.akan lebih tepat guna pemakainnya, ini bedanya tafsirnya Abdullah Ibnu Sabah yang keturunan Yahudi dan menjadi Mazhab Syiah dengan tafsir muslim yang memasukkan semua kerabat Nabi yang beriman”.

SYIAH : “Bukankah semua orang beriman sejak zaman dulu mengetahui bahwa kecintaan pada keluarga Nabi adalah wajib dan qur’ani dan saya tidak mau membawa hadis dalam soal ini karena akan ada hadis lain untuk dibenturkan, sehingga hidupnya muslimin hanya untuk mengklarifikasi soal hadis hadis yang mulai dari lalat masuk kopi sehingga soal kucing tidur di atas sorban Nabi tidak pernah selesai pembahasannya.

SUNNI : lagi lagi pendapat tidak cerdas, karena justru merusak nilai AlQura itu sendiri yang merantai kata “ahlul bait” adalah Ali dan keturunan Husein, ini jurus mabuk”.

SYIAH :”Suatu pergumulan yang tidak pernah selesai, melahirkan fitnah dan adu domba, ketidakjelasan ilmu dan Makrifat yang semuanya berasal dari yang namanya pengatsnamaan hadis, sehingga Qur’an sendiri hanya dilagukan tetapi ditinggalkan dalam soal ilmu dan kearifan.

SUNNI : “Siapa sebenarnya yang tidak arif , Abu Bakar, Umar, Usman , Ali atau Kitab kitab Persia yg dikombinasikan dengan kisah kisah Islam, yang penuh dengan mitos, kultus terhadap dewa dewa mereka itu. Kalaulah “Persia atau Iran jawabnyam jelas itu itu produk otak otak yang pernah hidup dalam dinasti ketuhanan manusia”.

SYIAH :”Pertanyaannya adalah sesungguhnya siapa saja yang ditugaskan dan dipercaya Nabi untuk menuliskan ucapan dan perilakunya. Belum ada satu hadispun yang menjelaskan sesungguhnya siapa itu mereka yang diminta untuk itu. Sementara dalam hadis dikatakan, aku tingglkan dua perkara, satu adalah kitabullah dan satunya lagi adalah sunnahku ( dalam bentuk hadis). Lantas kalau Kitabullah jelas dari Allah dan tercatat dengan baik serta terjaga, lantas hadis mana yang diwariskan Nabi ? Apa sudah ada di zaman Nabi kumpulan hadis kemudian Nabi menyerahkan buku tersebut. Kalau tidak ada, maka mungkinkah Nabi mewariskan ucapan dan penulisan prilaku dan bioghrafinya kepada siapa saja yang menuliskan kemudian ? Apakah ada cek kosong kehidupan Nabi yang mulia untuk dituliskan siapa saja ?”.

SUNNI :” makin jelas siapa anda, sebuah dinasti Persia yang antusius melanggengkan mitos mitos Persia kono soal warisan kepemimpinan, soal kedaulatan manusia sebagai Tuhan, dewa. Dengan mencoba membombardir hadits :” dua pusaka Quran dan Sunnah” dan ingin memperjuangkan “Quran dan Ali saja”. sehingga paham Islam harus bermanhaj Persia yang biasa meletakkan manusia sebagai hukum. Dan mau mengatakan kalau “hadits tsaqalain” itu adalah Ali bukan Quran dan Sunah. Mengapa tidak sekalian bahwa Al-Quran hanya bisa diterima 12 dewa dari murid murid Tuhan mitra, yang kelak menjadi 12 imam sakti dari keturunan Husein, selamat menikmati lawakan anda. Apakah ada hadits Nabi atau Ayat bahwa hadits hanya bisa ditulis keluarga Nabi ?

Advertisements