Muhammadiyah Kafir Menurut Syiah

Ada banyak bukti pengkafiran Syiah kepada kelompok Islam manapun, terutama Muhammadiyah, sebagaimana terlontar/tertulis dalam kitab kitab mereka. Kitab kitab mereka menyebut umat Islam, organisasi atau orman, individu dan kelompok Islam yang ingkar dan tidak setuju dengan 12 imam model mereka adalah kafir di matanya.

Ja’far Subhani dalam kitabnya al-Milal wa al-Nihal (1/257) menegaskan bahwa Syiah sepakat mengatakan Imamah (beriman kepada imam 12) itu merupakan akidah pokok dalam keyakinan Syiah.

Kalau disebut aqidah pokok dalam agama Syiah, tidak disangkal, bahwa prinsip prinsip aqidah Syiah tidak bisa membenarkan sebagian atau salah satunya untuk dilanggar, berarti vonis hukuman kafir/murtad dapat dijatuhkan pada seorang muslim yang tidak loyal dan tidak mengakui salah satu pokok Aqidah mereka, sebagaimana tertulis dalam kitab mereka :

Ayatullah al-Amily dalam bukunya Haqa’iq al-Iman mengatakan, iman kepada imam 12 itu merupakan sebagian rukun iman di kalangan Syiah Imamiyah. Maka dianggap kafir orang yang tidak mengimaninya, sekalipun orang itu mengucap dua kalimah syahadah.

Syaikh al-Mufid dalam bukunya al-Masa’il (Awa’il al-Maqalat) menegaskan, Syiah Imamiyah sepakat mengatakan, bahwa orang yang mengingkari salah satu dari Imam 12 itu adalah kafir dan kekal dalam neraka.

Muhammad Hasan al-Najafy dalam kitabnya Jawahir al-Kalam (36/93) mengatakan, selain Syiah Imamiyah itu kekal dalam neraka. Bahkan, umat Islam yang tidak beriman kepada imam 12 itu lebih berat azabnya di neraka ketimbang Yahudi dan Nasrani.

Ni’matullah al-Jaza’iry dalam kitabnya al-Anwar al-Nu’maniyyah (2/306) menegaskan, para al-Mukhalif (Ahlussunnah) itu najis, dan lebih buruk dari Yahudi, Nasrani, dan Majusi. Dan Syiah Imamiyah sepakat mengatakan Ahlussunnah (nawashib) itu kafir.

Ayatullah al-Khumainy dalam kitabnya Kitab al-Thaharah (3/326) mengatakan, selain Syiah Imamiyah itu kafir.

Bahkan, Yusuf al-Bahrany dalam kitabnya al-Hada’iq al-Nadhirah (10/360) menyatakan, selain Syiah Imamiyah itu kafir, halal darahnya (boleh dibunuh), dan boleh diambil hartanya.

Semua perkataan tersebut membuktikan, tidak ada seorangpun umat Islam di Indonesia Islam, termasuk Muhammadiyah, karena dengan nyata tidak mengakui eksistensi Syiah yang mengagungkan 12 imam sebagai prinsi prinsip ke Islaman. Yang sepatutnya agama Syiah ini harus di keluarkan dari Indonrsia, karena bisa memicu konflik brrdarah, membahayakan dan instoleransi. Sungguh dusta ucapan para petinggi Syiah di Indonesia, yang menyebut Syiah tolerans, padahal imam imam panutan mereka menyebut siapapun yang tidak meng-imani salah satu imam dari 12 iman adalah kafir, mungkinkah kita bisa lepas dari tindakan pengkafiran Syiah, kecuali ahlussunah Waljamaah, baik Muhammadiyah, NU, Persis, Al_ Irsyad, Alwashliyah, apapun jenis ormasnya adalah kafir di mata mereka. Ini nyata sekali adalah TAKFIRI KUBRO yang membahayakan Indonesia.

Mungkinkah akan terjadi pembantaian di Indonesia ?. Pasti akan terjadi pembantaian sebagaimana dilakukan PKI terhadap bangsa ini, kita tinggal menunggu eksikusi para pentolan Syiah, Kapan terjadi pembunuhan massal terhadap kaum sunni di Indonesia. Mungkin prilaku TERORIS yang pernah dituduhkan ke Sunni, tidak sekejam kitab kitab mereka yang mengumandangkan pembunuhan massal terhadap Muslim. Mereka tidak bedanya dengan Neo PKI dalam lain versi, berkedok Ahlul bait untuk membunuh kaum Sunni.

Pengkafiran Syahabat Nabi, Bukti kongkret, penghapusan agama Islam yang terwarisi dari shahabat Nabi kepada kita. Tidak akan ada sisa keislaman sama sekali, kalau shahabat sudah digolongkan murtad oleh mereka. Maknanya kita yang berislam perantara shahabat, hadits hadits dari shahabat, Alquran yang dari shahabat, semuanya dianggap tidak sah, tidak valid, penuh dusta dan khianat, begitulah kesimpulan mereka. Lalu masih sebisu inikah Umat Islam larut dalam kondisi yang sebenarnya Darurat Perang, tetap merasa hidup dalam ambisi Syiah yang akan menghabisi Islam, mestinya pemerintah cepat tanggap dan menangkap semua petinggi Syiah yang akan menghancurkan NKRI.

Untuk mengetahu sejauh mana sikap Syiah mengkafirkan Shahabat, berikut adalah fatwa sesat imam imam mereka :”

Muhammad Baqir al-Majlisy dalam kitabnya Bihar al-Anwar (30/279) menulis beberapa riwayat yang mengakfirkan Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Di antaranya, riwayat dari al-Haris al-A’war yang menyebut pernyataan Ali bin Abu Thalib bahwa Abu Bakar dan Umar adalah musuh bebuyutannya. Kemudian riwayat dari Abu Ali al-Khurasany yang menyebut pernyataan Imam Ali bin al-Husein (imam keempat kaum Syiah) bahwa Abu Bakar dan Umar itu kafir, dan kafir juga orang-orang yang mencintainya.

Syaikh al-Mufid dalam bukunya Awa’il al-Maqalat mengatakan, Syiah Imamiyah dan mayoritas Syiah Zaydiyah menegaskan bahwa Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Usman bin Affan itu sesat, fasik, dan kekal dalam neraka.

Begitu juga sikap al-Khumainy dalam bukunya Kasyf al-Asrar, dan Abu Ali al-Ashfahany dalam bukunya Farhah al-Zahra’.

Sikap instoleran Syiah ini sangat jelas menusuk jantung umat Islam, karena dengan sengaja mengabadikan kebencian lewat kitab kitab mereka. Dan tidak bisa diremehkan hanya sebagai paham begitu saja, karena terbukti mengandung hujatan anti Shahabat Nabi, dan menghakimi mereka sebagai orang kafir

Tidak berhenti pada shahabat yang dikafirkan, juga Imam Mazhab, seperti Imam Abu Hanifah, Imam Imam Malik, Imam Syafii, Imam Ahmad bin Hambal tidak luput dari mulut dan tangan mereka yang kotor dan Najis, mereka semua dipandang kafir oleh Syiah laknatullah, Pernyataan itu bisa dilihat dalam kitab al-kafy (1/56), kitab Nur al-Barahin (2/160), kitab al-Anwar al-Nu’maniyah (2/307). Dan pada pernyataan Muhammad Ridha al-Ridhawy dalam bukunya Kazabu ‘Ala al-Syiah.

Nikamtullah al-Jaza’iry dalam al-Anwar al-Nu’maniyah (3/46) mengatakan, bahwa Imam Syafi’i itu anak hasil zina. Dalam kitabnya Nur al-Barahin (2/160), Nikmatullah al-Jaza’iry menyebut Imam Abu Hanifah itu musyrik.

Pernyataan mereka itu bukti bahwa Syiah tidak pantas Hidup di Indonesia, mereka tidak bisa hidup dalam bingkai NKRI, dan selayaknya dipaksa tobat, atau dideportasi kenegeri asalnya yang membesarkan dan meng mengekspor agama Syiah ke Indonesia.

Advertisements