Membaca sejarah ;Kaisar Persia yang terakhir dan masih muda, Yazdgird III (632 M. – 651 M.), sebenarnya tidaklah ditawan atau mati, tetapi tetap hidup di pengasingan. Sebagaimana tertulis dalam sejarah, Sahrubanu adalah salah seorang putri dari Yazdgir III, yang menjadi tawanan perang. Namun dalam peperangan yang di menangkan Muslim ketika itu tidak pernaha dinyatakan kalau Kaisar Persia tersebut mati atau tertawan oleh Islam,  tetapi sebagian ahli sejarah membenarkan kalau Kaisar Yazdgird III melarikan diri dan bersembunyi di saatu tempat. Pernikahan Husein dan Sahrubanu, sudah jelas dalam bayang bayang orang orang setia Kaisar Persia, apalagi husein berada dalam genggaman orang orang Persia yang lebih banyak menjadi bapak bapak Asuh dari Husein dan istrinya, sehingga menempatkan Husein dan istrinya lebih tepat sasaran untuk merusak Islam. Sebagai contoh, meskipun Husein diperingatkan sahabat sahabat yang lain, Husein menolak, dan merasa teguh dengan pendiriannya untuk tetap berperang menghadapi musuhnya, misalnya putra Umar, Abdullah Ibnu umar yang ikut andil menasehati Husein bin Ali. [ Mestinya Husein bin fatimah bin Muhammad, kalau misalnya ngotot di sebut Husein bin Ali, maka silsilah putus sampai pada Ali belaka, dan ceritanya selesai], agar Husein bin Ali mengurungkan niatnya berlaga dengan musuh yang sedang menanti kedatangannya.

Sudah dipastikan, para pendukung Husein kaum kufah adalah  Syiah syiah pengkhianat yang sengaja memberi dukungan palsu kepada Husein, tetapi karena Husein mempercayai dukungan berita burung itu sebagai berita shahi, Husein tidak memperhatikan nasehat siapapun, bahkan lebih pada putusan pribadi, dan tetap mengambil sikap ngotot menuju medan pertempuran, yang ternyata tidak ada satupun orang orang syiah kufah yang mendukungnya, sehingga berakibat fatal terhadap Husein, meninggal sebagai syahid perang. Yang menarik adalah dari kisah ini adalah orang orang syiah kufah yang bersedia mendukung Husein, ternyata hanya kelompok pengecut yang mencundangi Husein, bukan berarti ini bebas dari jiwa jiwa Persia yang gentayangan di daerah tersebut. Sudah dipastikan banyak kelicikan perang terjadi, merupakan bagian dari sadesmu Yazdgirdiyah III atau pengikut setianya yang tetap tidak menghendaki Islam bangkit menurut versi Islam yang di yakini kaum sunni. Tetapi versi islam berdasarkan retorika politik Persia yang kejam dan memandang secara kelas pada bangsa lain. Itulah sebabnya ketika Umar mengadakan penyerbuan ke Qudisiyah, dengan memerintahkan sa’ad bin Abi waqash pernah menyebut Arab sebagai budak yang tidak layak menguasai Persia. Penghinaan Kaisar Persia dan rakyatnya ketika itu merupakan kelompok Rasis terbesar di dunia dalam memandang bangsa Arab, yang dipandang sebagai budak budak belian yang tidak layak memimpin negara seperti Persia waktu itu.

Bisa kita lihat perangai Syiah itu adalah perangai Iran dulu ketika menjadi penguasa, penghinaan kepada sahabat sahabat nabi semuanya berangkat dari kebencian yang memandang rendah bangsa Arab. Itulah karenanya pula tidak heran jika para Imam-Imam besar Salafush-Shalih menyatakan akan kekafiran Syi’ah pun disebabkan salah satu hal di atas. Semoga Allah merahmati Al-Imam Abu Zur’ah Ar-Razi. Beliau berkata:

إذا رأيت الرجل ينتقص أحدا من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم فاعلم أنه زنديق ، وذلك أن الرسول صلى الله عليه وسلم عندنا حق ، والقرآن حق ، وإنما أدى إلينا هذا القرآن والسنن أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم ، وإنما يريدون أن يجرحوا شهودنا ليبطلوا الكتاب والسنة ، والجرح بهم أولى وهم زنادقة

“Jika engkau melihat orang yang mencela salah satu dari shahabat Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, maka ketahuilah bahwa orang tersebut adalah ZINDIQ. Yang demikian itu karena Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam  bagi kita adalah haq ( benar ucapannya ), Al-Qur’an adalah haq, dan sesungguhnya yang menyampaikan Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah para Shahabat Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. Sungguh orang-orang yang mencela para saksi kita (para Shahabat), berarti mereka bertujuan untuk membatalkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka lebih pantas untuk di-Jarh (dicela, diberi penilaian negatif ) dan mereka adalah orang-orang yang ZINDIQ!!!” [الكفاية في علم الرواية للخطيب البغدادي ج 1 / ص 119]

Siapakah selain syiah yang memandang rendah para sahabat Nabi, mereka berkampanye tanpa henti, tanpa penat bersuara sumbang dengan anti sahabat Nabi, menuduh Aisyah, menuduh Abu Bakar, menuduh Umar, Usman dan sahabat lainya sebagai kafir, mereka tidak pernah berhenti mendzikirkan kutukan atas para sahabat, utamanya para khulafa’urrasyidin, minus Ali, bahwa mereka adalah setan dan ahli neraka. karena sudah kafir menurut sudut pandangan kebelenger syiah, yang menghendaki tidak Islam model Arab, yang ada hanya islam model Iran, dengan mencoba Meng Irankan Nabi Muhammad dan anak cucunya sebagai tokoh syiah, tokoh mereka, berdasarkan kitab kitab yang dikarangan oleh mereka sebagai kitab suci yang Sah. tujuan utamanya meniadakan Al-Quran yang kita yakini sekarang . itulah prilaku Zindiq Syiah Iran yang mensponsori anti sahabat hingga hari kiamat. negara yang dulu pernah disumpah rasul dan di robek robek balatentara Islam. terbukti memang, dan sampai  hari kiamat akan tetap dirobek sesuai dengan janji nabi, meskipun berkendok cinta ahlul bait, sedangkan hatinya adalah ayam berbulu musang.

Advertisements