Kisah Batil Ummu Qirfah yang menggambarkan kekejaman Nabi Muhammad dan Sahabatnya, dikembangkan oleh seorang Aswaja yang pakai nama Samaran Ibliziyulhaq. Pemikirannya memang sering kontroversial. Namun sayang setelah saya mengikuti dialog dengan, ternyata, dia hanya seorang korban kebodohan dari IFF [ Indonesian Faith Freedom. Dengan bangga Ibliz, posting tentang umumul Qirfah dibanyak media, dengan harapan menjatuhkan derajat Islam, sekalian bangga menjadi penghina Rasulullah, shallallahu’alahi Wasallam.
 
Ternyata apa yang disebarkan Ibliz tentang Ummu Qirfa itu hanya hadits palsu, riwayat seorang dituduh memalsukan puluhan ribu hadits…..
 
Ini diantara Kitab Syirah Nabawi yang menggambarkan kekejaman Nabi, karena Ibliz berharap, Nabi adalah contoh ISIS, namun sayang seorang Ibliz memang tidak mengerti ilmu hadits, bahkan terlalu buduh tentang Hadits
 
Lihat hadits yang hampir senada dikutip Ibliz
 
MENJAWAB PEMBUNUHAN UMMU QIRFA.
 
 
Sebelum kita membahas tentang tuduhan pembunuhan terhadap Umm Qirfa ada baiknya kita menlihat referensi sirah nabawiyah dalam teks asli yang dijadikan landasan mereka.
 
Dalam sirah nabawi tertulis seperti ini teks aslinya :
 
غزوة زيد بن حارثة: في فَزَارة: وغزوة زيد بن حارثة أيضا وادي القُرى : لقى به بني فزارة، فأصيب بها ناسٌ من أصحابه ، وارتُثَّ زيد من بين القتلى، وفيها أصيب ورَد بن عَمرو بن مَداش ، وكان أحد بني سعد بن هُذَيل ، أصابه أحد بني بدر.
قال ابن هشام : سعد بن هُذَيْل .
 
قال ابن إسحاق : فلما قدم زيد بن حارثة آلى أن لا يمس رأسَه غُسل من جنابة حتى يغزوَ بني فَزَارة، فلما استبل من جراحته بعثه رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى بني فَزَارة في جيش ، ققتلهمِ بوادي القُرى، وأصاب فيهم ، وقتل قَيسُ بن المسَحَّر اليَعْمُري مَسْعَدة بنَ حَكَمة بن مالك ابن حُذيفة بن بدر، وأسرَتْ أم قِرفة فاطمة بنت ربيعة بن بدر كانت عجوزا كبيرة عند مالك بن حُذيفة بن بدر، وبنتٌ لها، وعبداللّه بن مَسْعَدة، فأمر زيد بن حارثة قيس بن المسحَّر أن يقتل أمَّ قرفة، فقتلها قتلا عنيفاً، ثم قدموا على رسول الله صلى الله عليه وسلم بابنة أم قرفة وبابن مَسْعَده .
وكانت بنت أم قِرْفة لسلَمة بن عمرو بن الأكوع ، كان هو
 
الذي أصابها، وكانت في بيت شرف من قومها، كانت العرب تقول : ” لو كنتِ أعز من أم قرفة ما زدْتِ “. فسألها رسول الله صلى الله عليه وسلم سلمة، فوهبها له ، فأهداها لخاله حَزْن بن أبي وهب ، فولدت له عبد الرحمن ابن حَزْن . فقال قيس .بن المسَحَّرفى قتل مَسْعدة :
سَعَيْتُ بوَرْدٍ مثلَ سَعْىِ ابنِ أمِّه وإنى بوَرْدٍ في الحياةِ لثائِرُ
كررتُ عليه المهْرَ لما رأيتُه على بَطَلٍ من آلِ بَدْرٍ مُغَاوِرِ
فركَّبْتُ فيه قَعْضَبِيًّا كأنه شِهاب بمَعْرَاةٍ يُذَكَّى لناظرِ
 
Dengan bangganya Ibliz menyebut Nabi tokoh kejam dan sades tanpa nalar Ilmiah. Itu contoh seorang aswaja Liberal yang bangga menjadi penghina Nabi, tanpa bukti ilmiah melainkan bukti palsu, yang dainutnya dari Indonesian Faith freedom, sebuah situs kafir yang memang di besarkan untuk menghancurkan Islam …..padahal Indonesian faith freedom situs yang tidak ilmiah sama sekali, karena sumber pengambilannya umumnya dari kitab kitab yang memuat hadits palsu. …Untuk membuktikan bawah Kisah UMMU QIRFAH itu HADITS PALSU, mari kita lihat
 
 
Dalam Sirah Ibnu Hisyam tersebut setelah di telusuri bahwa kisah Peretempuran zaid bin harits melawan Bani Fazarah yaitu Ummi Qirfa diriwayatkan oleh
هو محمد بن عمر بن واقد الواقدي
Muhammad Umar Bin Al-Waqdi
 
Menurut Ibnu Jauziyah :
شخص متهم
الكذب لدى علماء الحديث
 
(Tertuduh sebagai pemalsu dari ulama hadist)
 
Jadi masalahnya besarnya seorang Perawi yang bernama Muhammad Umar Alwaqidi, seorang ulama pendusta dibidanga hadits.
 
والقصة أوردها ابن كثير في البداية والنهاية مختصرة ولم يعلق عليها بشىء وذكرها ابن هشام في السيرة وكلاهما عن محمد ابن اسحق الذي لم يذكر سند الرواية
 
(Dan dalam kisahnya tidak disebutkan dalam Al-Bidayah wa nihayah Ibnu Katsir ringkasannya dan tidak di sebutkan atasnya sesuatu yang di sebutkan olehnya ibnu hisyam dalam sirah nabawiyahnya dalam periwayatan cerita tersebut.)
 
 
فالحاصل ان الرواية لم تصح فلا يجوز الاحتجاج بها
 
(Dan Hasilnya dari riwayat tersebut tidak sah tidak dapat diajukan olehnya )
 
 
(قال البخاري : الواقدي مديني سكن بغداد متروك الحديث تركه أحمد وابن نمير وابن المبارك وإسماعيل بن زكريا ( تهذيب الكمال مجلد
 
(Berkata Bukhari mengenai Al-WaQdi hadistnya matruk )
 
Bagaimana cara tahunya Tuntulah Ilmu
 
انماالدين بالآثارليس بالراي ,ليس الدين بالكلام ، انما الدين بالآثار
 
Sesungguhnya Agama Itu Mengikuti Atsar Bukan Dengan Rayu (Pemikiran/pandangan sendiri), Bukanlah agama itu yang mengikut perkataan seseorang tetapi agama itu ialah dengan berpegang (mengikut) kepada atsar.
 
selanjutnya disebutkan oleh Pensyarah hadits
 
Riwayat tentang pembunuhan Ummu Qirfah disebutkan di dalam Thabaqat Ibnu Saad.Ibnu Al Jauzi mengambil riwayat Ibnu Saad ini dan dimasukkan kedalam kitab beliau yang berjudul Al Muntazham.Perbahasan tentang orang yang meriwayatkan kisah ini adalah berkisar kepada Muhammad Umar Al Waqidi yaitu seorang tokoh yang dicap sebagai pendusta oleh kalangan ahli-ahli hadis.Kisah tentang Ummul Qirfah ini juga disebutkan oleh Ibnu Katsir di dalam kitabnya Al Bidayah wal Nihayah secara ringkas.Ibnu Katsir tidak membuat sebarang komentar berhubung kisah ini.Kisah ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Hisyam di dalam sirahnya yang diambil dari riwayat Muhammad ibnu Ishak yang mana Muhammad ibnu Ishak tidak menyebutkan sumber pengambilannya.Jadi jelaslah riwayat tersebut tidak sahih dan tidak layak untuk dipercayai. Nama sebenar Al Waqidi ialah Muhammad bin Umar bin Waqid Al Waqidi Al Aslami Al Madani.Beliau adalah bekas hamba kepada Abdullah bin Buraidah Al Aslami. Imam Bukhari berkata: “Al Waqidi adalah seseorang yang ditinggalkan hadis-hadisnya.Ulama-ulama yang tidak mengambil hadis daripadanya ialah Imam Ahmad,Ibnu Numair,Ibnu Al Mubarak, dan Ismail bin Zakaria”(Tahzibul Kummal Jilid 26 hlm 185-186)
 
Berkata Imam Ahmad: “Dia (AL Waqidi adalah seorang yang sangat pendusta” Berkata Yahya: “Dia adalah seorang yang dhaif(tidak dapat dipercayai hadis-hadisnya)” Di tempat yang lain dia berkata Al Waqidi seseorang yang tidak dapat di andalkan” Abu Daud berkata: “telah menceritakan kepadaku oleh orang yang telah mendengar dari Ali Al Madini bahawa dia mengatakan :Al Waqidi meriwayatkan 30 000 hadis yang ganjil”. Berkata Abu Bakar Ibnu Khaithamah: “Aku mendengar Yahya Ibnu Mu’in mengatakan :Janganlah ditulis..hadis-hadis Al Waqidi tidak bernilai apa-apa” Berkata Abdurrahman Ibnu Abi Hatim: “Aku bertanya kepada Ali Ibnu Al Madini tentang Al Waqidi lalu dia menjawab:Dia itu ialah seorang yang ditinggalkan hadis-hadisnya” Berkata Annasaai di dalam kitabnya yang berjudul Addhu’afa’ wal Matrukin: “Yang terkenal dalam berdusta terhadap Rasulullah itu empat orang termasuk daripadanya Al Waqidi,Muqatil dan Muhammad bin Sa’id.” Jadi jelaslah riwayat tentang pembunuhan Ibnu Qirfah itu hanyalah dusta semata-mata.
 
Berdasarkan telaah mendalam terhadap sejarah Ibnu Hisyam, nyata mereka adalah para pembual, berusaha melucu dengan tuduhan tuduhan palsu, tanpa dasar dan pijakan ilmiah yang bisa di terima oleh Ilmu Hadits.

Sudah menjadi tradisi dikalangan non Muslim berusaha mengembangkan semua hadits hadits Nabi yang terkesan memojokkan Nabi, berdasarkan logika mabuk mereka. Termasuk diantaranya kelompok Islam bebas berpikir, yang dianut orang orang berwawasan nista dan rendah pengetahuannya
Advertisements