Klaimnya,  mereka Muhammadiyah Berkemajuan,  orientasi pemikirannya yang absolutism JIL, membuat sudut pandang berupa tafsir groupnya terhadap sejarah Muhammadiyah.seolah Muhammadiyah adalah representasi dari pemikirannya yg nakal dan menyimpang,  yg tidak normatif untuk disebut buah pikiran Muhammadiyah. 

Terlalu menyimpang jauh dari turatsi Muhammadiyah yg pernah muncul dijaman koloni belanda, melampau guru guru besar Muhammadiyah sebagai lokomotis yg membawa gerbong gerbong Muhammadiyah seindonesia. misalnya sinyal anti wahabi yg dijadikan Icon kampanye group sableng tersebut, mencerminkan wacana bermuhammadiyah yg nyasar dan sesat dari para tokoh tokonnya sejak awal, dan sebenarnya mirip kelompok tradisi yg ngaku ngaku aswaja, padahal hanya sampah pemikiran yg didaur ulang dalam wacana islam meskipun bukan dari Islam.

Mungkin lebih tepat Muhammadiyah Studies disebut jurus kapak 212, alias wiro sableng, mengedepankan Islam menurut refleksi Sablengiyah alias pengikut otak otak sableng yg targetnya mentesatkan muhammadiyah dari jalan yang benar 

Bisa dibaca pemikira  Muhammadiyah studies, mereka yg sedang bermimpi menjadi Nabi dari Muhammadiyah berkemajuan yg kelak menjadi icon Muktamar di Makasar, diwacanakan sebagai wawasan Muktamar. Padahal hanya produk anak anak nakal Muhammadiyah yang sedang bingung ditengah pencarian kebenaran. 

Salah satu ikon penting dalam “Muhammadiyah Studies”, adalah Prof. Dr. AHMAD SYAFII Maarif MA , menjadi jembatan mereka menuju cita cita liberalisasi Muhammadiyah, mengapa sekelas beliau meninggalkan jalan para ulama Muhammadiyah sebelumnya, justru kemudian lebih memberi efek jerah kepada orang yg mencari kebenaran di Muhammadiyah.

Yang terjadi, 90 persen yg masuk SALAFY adalah orang muhammadiyah, dg alasan muhammadiyah menjadi kandang JIL Alasan mereka memilih keluar, karena kenyataan banyak bertebaran dikalangan penulis Muhammadiyah yg mengarahkan Muhammadiyah pada fenomena JIL, inj sebenarnya langkah geberasi muda muhammadiyah kropos imannya, sehingga mencoba menbuat metode membawa Muhammadiyah lebih jauh dari langkah awalnya. 

Misalnya, lahirnya buku Fiqih kebhinnekaan, sebua bukti Muhammadiyah dijauhkan dari praktek praktek sunnah nabi, dan melumuri alam Muhammadiyah dengan imajinasi gila para penulisnya yg mengasaskan pada pemikiran Indonesian Faith Freedom, yang dianut musuh musuh Islam. Kalau tidak sebaiknya Muhammadiyah studies itu ditutup.

Advertisements