Ini sebuah delematis pemikir di Muhammadiyah, akibat terlalu banyak menelaah kondisi yang memunculkan kritis perorangan, lahirlah gagasan Paranoidisasi di Muhammadiyah yang bertujuan membawa pemikiran Muhammadiyah meng-eleminer kontribusi pemikiran fiqih hambaliyah, terutama terkait tokoh Hambaliyah, seperti Muhammad bin Abdul wahab, selalu dilukiskan sebagai momok menakutkan oleh sebagian besar kelompok kelompok Islam yang biasa hidup menempuh suluk thoriqah atau sufiisme.

Misalnya seorang tokoh di Muhammadiyah, Najib Burhani yang kontributis liberal, dan selalu menjadi dewa Liberal, memang masih dibanggakan oleh Muhammadiyah, sekalipun sering ngelantur menulis tentang Islam. Namun sebenarnya,  bila melihat tulisan tulisannya beliau sebagai sosok liberal, memang tidak menginginkan Muhammadiyah berakar pada Quran dan hadits, namun lebih pada konsep liberal, dengan sengaja menyebar anti wahabi dalam berbagai kajian kajiannya di berbagai daerah, terutama pada tiap acara di undang kepelbagai PCM, selalu mendendangkan anti Wahabi. Padahal sebenarnya pemikiran Najib Burhani ini membawa bencana besar terhadap Muhammadiyah, telah membuktikan lemahnya mentalitas tajdid yang afiliatif mengikuti jejak Rasul. Najib Burhani yang menjadi motor penggerak, bukan saja menyerep pemikiran Muhammadiyah menjauhi Islam, bahkan menata Muhammadiyah pada kultur pemikiran yang cendrung jawaisme.

Padahal kalau seorang Najib Burhani berpikir lurus kedepan, membaca Muhammadiyah akan banyak didapat masalah besar yang menimpa Muhammadiyah, bahkan mendorong orang Orang Muhammadiyah keluar dari Muhammadiyah karena pernyataan pernyataan yang konyol dan sebenarnya tidak berpihak pada masa depan Muhammadiyah. Eksodus warga Muhammadiyah ke Salafy dan MTA, meruupakan bukti rasa kecintaan Muhammadiyah yang awalnya menjadi lumbung pemikiran anti bid’ah justru dicemari hanya oleh seorang Najib burhani yang mengembangkan karakter anti wahabi, padahal harus melihat Muhammadiyah sebagai wadah yang bisa mengorbitkan para ulama yang setingkat al Azhar, setingkat Timur tengah menguasaai ilmu ilmu agama. Tetapi tidaklah demikian yang terjadi, belakangan ini yang terjadi pergeseran nilai, mandulnya para ulama Muhammadiyah yang mengerti agama. Justru seorang tokoh yang diharapkan seperti Najib Burhani lebih akrab dengan leberal, dan menggembosi Muhammadiyah dengan ucapan ucapannya yang menyulut kebencian pada Muhammadiyah. Kalau NU anti wahabi,  Najib Burhani menjadi penyanbung lidah gerakan anti wahabi NU, sebagai lokomotif gerakan anti wahabi, yang sebenarnya bentuk paranoid Najib yang sangat akrab dengan kelompok penyesat umat seperti JIL, sebaiknya Muhammadiyah mempertimbangkan keberadan Najib di Muhammadiyah….sebelum Muhammadiyah ditinggal orang orangnya lebih jauh. [ Zulkarnain ElMadury ]

 

Advertisements