Telaah ide ide gila Muhammadiyah Studies, tidak ada bedanya dengan situs Islamlibe.com yang di sponsori oleh Abballah Ulil Abshar, sebagai prakarsa dalam kejahatan intelektual berkedok Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan,  mencoba menjungkir balikkan Islam lewat karya karyanya yang menggagas anti Syariat Islam. Atau mereka merintis jalan kenabian baru, dan menempatkan dirinya sebagai cikal bakal Nabi baru yang beraliran JIL, maklum kan kiblatnya california, itu saja sangat aneh dan terkesan bodoh, karena belajar Islam bukan dinegeri Islam, tetapi juga di negeri kafir, yang syarat ancaman terhadap Islam itu sendiri. Logika sekali kehadiran mereka di Indonesia tidak membedakan dari mana asal kacang itu kulitnya, lahirlah tokoh made in california sekealas Najib yang berusaha menghancurkan Islam dengan metode yang biasa dipakai oleh Indonesian Faith Freedom, tetapi lebih dikemas dengan aroma Muhammadiyah, agar tidak terlalu kelihatan kalau Najib sebenarnya membawa gaya Murtadin di Muhammadiyah.

Salah satu inspirator Muhammadiyah Studies, mendesain Islam menurut kontribusi barat yang afiliatif westernisasi, mengedepankan ide ide barat sebagai demam influnza yang sengaja disebarkan ke seantero dunia. Najib Burhani yang lengket dengan ide ide gilanya, merupakan aktor terlaris di kalangan pendukungnya, membawa aroma barat busuk kedalam islam, standar ganda, berteriak selamatkan monoritas, dengan menyebut fitnah terhadap lontaran lontoran kesesatan Syiah oleh rivalnya. sebut saja “wahabi” yang menjadi lukisan Vampir , pengisap darah dalam pikiran Najib, berhasil mengoyak Muhammadiyah menjadi JIMM, yang cendrung antagonis, menebar anti wahabi. Sebagai LIPI terlalu bodoh kalau sekedar baca artikel orang yang anti syiah, apalagi sekelas Najib yang favorit dikalangan pendukungnya [ JIL] , karena sebatas membaca artikel yang menyoroti Syiah dan Ahmadiyah, bukan membaca leteratur leteratur Syiah dan Ahmadiyah. Ini perlu untuk tidak sekedar menyeimpulkan dari katanya orang atau artikel orang yang menyesatkan Syiah.

Mungkin juga perlu mendalami kitab kitab Tauhid dari berbagai kalangan, untuk membuktikan syiah itu sesat atau tidak, Ahmadiyah itu sesat atau tidak, bukan karena sekedar belas asih ” Minoritas”. Ini hanya bentuk propaganda orang tidak mampu belajar banyak, sehingga sekedar membungkus tubuhnya yang berkuring dengan baju mewah, padahal ajaran compang camping yang dikemas dengan slogan Islam damai. Najib Burhani sudah selayaknya tobat, agar tidak menginspiratif lebih jauh warga Muhammadiyah berbondong bondong eksodus keluar dari muhammadiyah.

Slogan Pemimpin kafir lebih baik, ini sudah ditolak oleh Amin Rais, bahkan mungkin pukulan berat terhadap para tokoh Jimm [ JIL = Jaringan Iblis laknatullah ] , karena Pak Amin Rais sendiri menyadari hakikatnya kebenaran itu nyata, tidak perlu ayat di mistik dengan bahasa JIMM yang terkesan menggurui para pelaku sejarah Muhammadiyah yang memperjuangkan NKRI seperti Ki Bagus Hadi Kusumu, beliau bukan menyerah kalah pada Nasionalis, ada perhitungan lain yang diidamkan beliau, karena beliau tetap berharap Islam menjadi dasar dan pedoman berbangsa dan bernegara. kalau justru KH. ahmad Dahlan berpedoman pada Syaikh Muhammad Abdu, yang mungkin tidak terbaca Najib Burhani adalah, bentuk takfir Syaikh Muhammad Abdu, dalam tafsir almanar itu lebih kentara dibandingkan dengan Wahabi. Takfir yang yang dianut Syaikh Muhammad Abdu dan murid muridnya inilah yang melahirkan Ikhwanul Muslimin…….perlu berdirinya Negara Islam menurut standar Abdu. Sedangkan kalau dibaca kitab kitab wahabi, hanya tetap berpedoman padaa tafsir tafsir yang lunak seperti Ibnu katsir dan lainnya yang bermanhaj salaf, sangat beda sekali bila dibandingkan dengan tafsir Almanar yang takfir terhadap umat islam. Jelas KH, Ahmad dahlan meskipun pernah membaca tafsir almanar, bukan berarti dirumahnya tidak ada tafsir yanglain, sudah pasti warisan KH, Ahmad dahlan ini banyak, bukan sekedar retorika Abdu yang menurut banyak pakar Muhammadiyah sebagai cikal bakal berdirinya Muhammadiyah,  hanya karena Dahlan muda pernah membaca Almanar ketika ditemui oleh Syaikh Surkati pendiri Al Irsyad.

Saya kira perlu digali pustaka KH, ahmad Dahlan itu apa isinya, apakah ada pemikiran gila seperti JIL dan JIM masuk kategore kitab kitab yang menjadi refrenssi Ahmad dahlan ?. Tiba tiba datang sekolompok muda california bermimpi sebagai inspirator Muhammadiyah, ingin membawa lari Muhammadiyah dari sejarah awalnya, kedalam sejarah rekayasa cundang para JIMM, dengan refleksi pemikirannya yang sebenarnya menuai bencana. Anehnya seorang Najib hanya membaca Wikilek , untuk memprovokasi warga Muhammadiyah agar berjamaah ke JIL.

Sebenarnya kehadiran Muhammadiyah Studies ini adalah fitnah terhadap Muhammadiyah, bisa disebut tanduk setan yang muncul di Muhammadiyah dalam rangkaa merusak Muhammadiyah, namun pelakunya tidak sadar, karena merasa “Ana khairun Minhu”, layaknya Iblis yang menurut JIL paling bertauhid, sehingga patut lebih di ikuti fatwa fatwanya, dari pada membaca Quran dan hadits Nabi. Karena kesannya aneh JIMM ini melempar batu, sembunyi tangan . Salam .

 

 

 

Advertisements