Kaidah

إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ

Ilmu ini agama, karena itu, perhatikanlah, dari mana kalian mengambil agama kalian. (HR. Muslim 26 & ad-Darimi 427].

Dalam urusan Muslim dan agamanya, sudah pasti adalah urusan Islam, bukan urusan diluar islam, bila dalam sebuah Negara mayoritas islam,     tidaklah tepat kalau orang orang orang di luar yang harus melindungi orang islam, bagaikan anak anak ayam yang ada dalam cengkraman Musang.  Karena islam itu bisa berjalan sebagaimana mestinya, berdasarkan tapak tilas islam itu sendiri, termasuk perlindungan keyakinan dan proyeksi ajarannya baru bisa dinikmati ketika yang memimpin Islam itu adalaah umat islam. Itulah sebabnya fatwa agama islampun yang cenderung afiliatif pada bolehnya pemimpin kafir perlu dilihat, siapa yang menyodorkan agama itu, kalau liberal dan sejenisnya yang membelakangi para ulama, perlu dilihat siapa orang tersebut, sebagimana pesan rasulullah dalam hadits diatas.

Imam Syafii pernah berkata :

رضيت بمالك حجة بيني وبين الله

Aku ridha Malik sebagai hujjah antara aku dengan Allah.” (at-Tahdzib, 8/10)

Menjelaskan pada kita, bahwa seorang pemimpin islam itu adalah islam, karena pemimpin itu adalah sumber terbentuknya masyarakat yang makin cinta islam, bukan terbentuknya anti islam dan umatnya, terlebih kalau kemudian ada pemimpin yang merendahkan Islam dan umatnya, adalah dipandang tidak layak ada ditengah tengah islam, termasuk yang membiarkannya turut mengambil dosa dalam kepemimpinan non Muslim tersebut.

Allah Akan Menutup jalan Kalau Sebuah Negeri atau Wilayah di Pimpinan Orang kafir

Firman Allah,

وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا

“Allah tidak akan memberikan jalan kepada orang kafir untuk menguasai kaum mukminin.” (QS. an-Nisa: 141).

Tidaklah mungkin sebuah negeri yang di pimpin kafir akan memberi izi untuk menjalankan hukum hukum Islam. Bahkan akan cendrung merugikan islam dalam banyak hal, karena bukan lagi ikatan kasih sayang yang dipakai untuk memimpin umat Islam, namun lebih bersifat filterisasi terhadap semua kegiatan yang bernuansa Islam. Karena cita cita kafirunitu sangat besar untuk melenyapkan Islam, bahkan ada yang nyata bertujuan menghancurkan islam, membayangkan kekuasaan yang akan mereka capai mampu membatasi kekgiatan agama, jika perlu bertujuan menghancurkan dan memusnahkan islam dari muka bumi.  Ibnu katsir menyatakan dalam tafsirnya, bahwa tidak Mungkin seorang kafir akan mampu melenyapkan islam meskipun dengan kekuatan besi sekalipun : “Dapat pula diinterpretasikan makna yang terkandung di dalam ayat ini, yaitu firman-Nya: dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. (An-Nisa: 141) Yakni di dunia, misalnya orang-orang kafir itu dapat menguasai mereka dan memusnahkan mereka secara keseluruhan. Hal ini tidak akan terjadi, sekalipun pada sebagian waktu orang-orang kafir adakalanya beroleh kemenangan atas orang lain. Akan tetapi, pada akhirnya akibat yang terpuji di dunia dan akhirat hanyalah diperoleh oleh orang-orang yang bertakwa.

Kita lihat usaha usaha Ahok di Jakarta, seperti pergantian lurah dan walikota , dan banyak perobahan dilingkungan birokrasi DKI,  adalah sebuah bentuk aksi yang sedang di mulai untuk memurtadkan Umat Islam, apalagi kalau mengacu pada gerakan Kristenisasi lewat birokrasi merupakan cita cita besar kafir merobah jakarta menjadi kota Murtadin, sebagaimana menjadi cita cita buku Transformasi Indonesia yang ditulis oleh para pendeta kristen. Dasarnya berbagai terobosan terobosan ekonome yang tidak berpihak pada islam, namun lebih pada liberalisasi ekonome dengan menekan orang orang islam dalam berbagai kiatnya.

Menyuburkan anti islam dengan mengorbitkan karya kaarya monomental seolah orang orang kafir di Jakarta hebat, meskipun hanya dengan sekedar menyandera pemikiran Umat islam untuk tidak berlangsung di jakarta.

Jakarta Menuju Vatikan Kedua Berdasarkan Fakta Fakta berikut ini :

 

Pdt Dr. Jeff Hammond MTh. dalam bukunya “TRANSFORMASI INDONESIA :

“Setelah peristiwa G30S/PKI, terjadi masa kairos di Indonesia sehingga dalam 6 tahun (1965-1971) ada lebih dari 7 juta orang di pulau jawa yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat (Dibaptis). Tuaian itu telah berjalan terus dan banyak Gereja dimana-mana telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa dan berbagai gerakan yang mulai lahir telah berdampak selama 1970 s/d 1980-an.

Fokus pada tahun 2005 sebagai (awal) tahun tuaian (pemurtadan/semua umat jadi murid gereja-lihat QS albaqarah 120), dan tahun 2020 sebagai tahun penggenapan Amanat Agung (Penyebaran injil keseluruh penjuru & membaptis atas nama Tuhan mereka) di Indonesia berangsur-angsur berubah dari impian menjadi realita.

Waktunya sudah hampir tiba. Jangan berlambat-lambat. Bergegaslah. Inilah waktu bagi Anda untuk terlibat dalam penciptaan Indonesia baru. Jangan hanya menjadi penonton atau pembaca sejarah, tetapi pencipta sejarah!.”

Menciptaka Indonesia baru berdasarkan misi dan visi besar kafir, yang berjuang keras lewat panggung politik, ekonomi dan lainnya, memberikan makna adalah sebuah Negara yang berada dibawa naungan kitab Injil, tidak ada lagi di negara ini muslim, melainkan Muslim yang juga turut menjual agamanya demi kepentingan membangun kekayaannya lebih banyak lagi.

Disisi lain peristiwa yang akan terjadi di Indonesia sebelumnya sudah dipastikan terjadi oleh Kafir, adalah masa yang memang ditunggu tunggu oleh mereka buat Tuaian, disamping dalam rang memetik hasil, sebagaimana berikut ini :

 

Pdt. Dr. Yeff Hammond, Pemimpin Gerakan Sekota Bedo, dalam buku “TRANSFORMASI INDONESIA”, menulis ;

Sejak dari Mei 1997 ada banyak nubuatan (petunjuk dari yesus) yang sangat signifikan tentang rencana Tuhan untuk membawa transformasi ke Indonesia. Nubuatan yang sangat penting yang terjadi sejak bulan Mei tahun 1997 itu. yang berisi lima pokok:

  1. AKAN TERJADI GONCANGAN EKONOMI DI INDONESIA.
  • Kegoncangan Ekonomi terjadi di jaman Pak harto, yang menimbulkan kemelut ekonomi berdampak negatif terhadap stabilitas Nasional, berbagai demo turun kelapangan , terutama demo atau unjuk Rasa dari berbagai kalangan Mahasiswa, juga banyak cendikiawan Muslim turut andil dalam gerakan gerakan menurunkan Pak, sebuah Kudeta tidak berdarah yang memaksa pak Harto turun dari jabatan sebagai Presiden NKRI waktu itu. Atas dasar kasus penyimpangan dan pemerkosaan yang terjadi di Jakarta. Perampokan dan penjarahan terjadi di sudut sudut kota Jakarta. Ini sangat memungkin adala sebuah rekayasa besar yang dirancang sebelumnya oleh para Kafirun. [Penulis]
  1. GONCANGAN ITU AKAN MENYEBABKAN PRESIDEN YANG MENJABAT DIGULINGKAN.
  • Kegonjacangan Ekonomi yang yang menimbulkan huru hara dalam negeri, pembunuhan, pencopetan, penjarahan dan pemerkoasaa, diikuti demo besar besaran menyebabkan tergulingnya Pak harto dari kursi ke Presidenan, yang melibatkan CSIS dan kroninya, turut juga membanggakan turunnya pak harto, karena masa tua Pak Harto yang menyadari pentingnya pendalaman agama. Sebagai bukti, munculnya Hijau rame rame, atau Hijau royo royo yang terdapat dalam Fraksi Golkar, kemudian melahirkan sosok Habibi sebagai pencetus ICMI, disamping ada istilah ABRI kelompok Hijau yang idealis islami, membuat kelompok kafirun tidak bisa diam dengan memunculkan berbagai makar dalam kenegaraan Republik Indonesia, sehinga seorang Presiden Suharto harus meninggalkan kursi Kepresidenan. [ Penulis]
  1. SETELAH ITU AKAN MUNCUL SEORANG PRESIDEN DI DALAM MASA TRANSISIONAL.
  • Transisi kepresidenan, maksudnya adalah Habibi, yang juga dituntut segera mundur dari Presiden, atas alasan masih kroninya Pak harto, hingga terbentuknya pemilu multi Partai, yang melahirkan banyak Partai setelah tahun 55, merupakan tahun kedua lahirnya banyak partai di Indoensia.
  1. Akan ada Presiden wanita.
  • Akibat dari kecerobohan Gus Dur jadi Presiden, Megawati sebagai wakil Gus Dur akhirnya menjadi Presiden, setelah Gusdur di lengserkan oleh MPR.
  1. Indonesia akan mengalami masa tuaian besar (umat islam tunduk/jadi murid gereja). Satu per satu nubuatan‑ nubuatan itu sedang digenapi.
  • Sejak Periode Demokrasi bebas liberal di Negara ini , gerakan kristenisasi terjadi diberbagai kesempatan dan kesempitan, hingga para pembunuh orang orang Islam lebih berharga untuk diajak damai, disamping mempertajam tuduhan terhadap orang Islam yang berusaha jihad dengan tuduhan Teoris. Gejolak yang terjadi di berbagai belahan bumi Indonesia yang diakibatkan Islam akan di siarkan di media TV, tetapi ketika non Muslim yang berbuat jahat terhadap islam, tidak satupun media TV yang memberitakannya. Ketidak adilan berita yang lebih banyak menguntungkan kafir, sama persisnya ketika terjadi penyiksaan aparat terhadap seorang pendemo yang menuntut haknya di Pasar Anom Sumenep pada tahun 89, ketika seorang tokoh pengerak demo di siksa oleh aparat, dimaki oleh aparat Non Muslim :” panggil tuhan anjingmu itu, suruh bebaskan kamu dari siksaan saya”.

Itulah Poin Point yang semuanya di prediksi oleh Non Muslim, sudah terjadi, berarti bukan prediksi melainkan rencana yang mulus berjalan dalam rangka merobah haluan Indonesia kepada keinginan kafirun.

DESAIN PERJALANAN TRANSFORMASI DI INDONESIA

Pdt. Ir. Rachmat T. Manulang, Ketua Jaringan Doa Nasional, dalam bukunya “TRANSFORMASI INDONESIA” ; Tanggal 17 Agustus 1945, ketika kemerdekaan Indonesia diproklamirkan, diputuskan bahwa dasar negara Indonesia adalah piagam Jakarta. Tetapi, kurang dari 24 jam, dasar nega­ra tersebut berubah menjadi Pancasila. Bukankah ini mustahil dibuat oleh manusia, kecuali ada tangan yang tidak kelihatan yang mengerjakannya, yaitu Tuhan yang kita sembah. Jika dasar negara Indonesia ialah piagam Jakarta, maka dapat dipastikan bahwa warna keagamaan di Indonesia akan mirip dengan Brunei Darussalam atau Malaysia.

Kepada Indonesia ada satu janji yang khusus yang diberikan, yang mengungkapkan kerinduanNya yang sangat besar, yang memberikan harapan yang pasti bahwa bangsa ini akan dipulihkan. Hal itu tertulis dalam Yesaya 60:79. Hampir 3.000 tahun yang lalu, Yesaya melihat ada suatu bangsa di mana dia ticlak mengetahui bangsa apa itu. Namun, dari sekitar 200 negara yang ada saat ini, ayat ini paling cocok untuk bangsa Indonesia, karena jika kita melihat ciriciri atau karakteristik bangsa yang ditulis oleh Yesaya, maka ciriciri tersebut sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia.

 

  1. Negeri itu keturunan kedar Nebayot. Indonesia ketu­runan Ismael rohani terbesar di cluniakalau rakyat di negaranegara di Timur Tengah dijumlahkan, maka jumlah penclucluk keturunan Ismael secara rohani di Indonesia masih lebih besar.
  1. Negeri itu negeri yang memiliki banyak pulau. Indo­nesia mempunyai lebih dari 17.000 pulau.
  1. Negeri yang jauh (negeri yang paling jauh dari Yeru­salem adalah Indonesia). Ujung burni ada di Indone­sia, karena di Indonesia masih tertinggal zaman prasejahtera, puluhan suku masih hidup primitifPapua (Kisah Para Rasul 1:8).
  1. Negeri itu berlimpah emas dan perak. Fakta mem­buktikan bahwa bangsa Indonesia berlimpah dengan kekayaanNya.

Dalam ayat di atas dijelaskan mengenai apa yang akan Tuhan lakukan atas negeri itu : Berduyunduyun kaum Kedar (Umat Islam) akan datang kepada kita untuk bertanya siapakah Isa Almasih. Mereka akan datang dalam ibadahmumereka akan beribadah atau menyembah Tuhan yang yang benar

Kalau angkara Ahok ingin menguasai Jakarta, nyata itu karena Jakarta adalah tolak ukur Negara, induk Negara, dan Ibu negara, Sudah Pasti anak asuh negara, ada semua yang ada diluar Jakarta. Kemenangan merebut jakarta bagi Ahok sama halnya dengan kemenangan merebut Negara yang disesuiakan dengan bunyi buku Transformasi Indonesia, membawa Indonesia yang standar Kafirun. Terlebih gaung Jakarta tidak ada bedanya dengan gaung Nasional, kekcauan Jakarta adalah kekacauan Nasional, dan semua yang muncul di jakarta bisa memicuk ketidakpercayaan nasional. Karena jakarta adalah Ibu Asuh dari semua Propinsi Di Indonesia.

GAGASAN KRISTENISASI NEGARA OLEH PARA KAFIRUN

PERTAMA;

Ir. Drs. Bonar Simangunsong, Msc. SE. Seorang tokoh Kristiani dalam majalah Kristen “SPIRIT”, edisi 014, hal 9, Thn.2003, menyatakan ;

“… maka tidak mustahil umat Allah (umat Nasrani) akan tampil beda dengan orang lain (umat lain), menjadi berkat untuk orang lain, bahkan memimpin pemerintahan, perusahaan, pendidikan, dan posisi-posisi kunci, yang pada akhirnya semuanya itu dipersembahkan untuk kemualiaan Allah.”

KEDUA;

Ery Prasadja, Dekan Akademik Institutefor Community and Devefopment Studies (ICDS), dalam buku “TRANSFORMASI INDONESIA”, menulis ; “Transformasi adalah istilah yang dipakai untuk menjelaskan misi gereja, tidak lebih, tidak kurang. Transformasi adalah Misi gereja (Mission <of the church> as Transformation).

Di dalam kerangka yang lebih luas, tugas gereja adalah merobohkan sistem dan struktur yang jahat dan tidak adil. Setiap kali ketidakadilan digantikan oleh ke­adilan, clan kejahatan oleh kebenaran, darah Kristus tercurah.

Jika gereja sering merasa bersalah karena gagal di dalam memenangkan jiwajiwa yang terhilang, gereja juga harus memiliki perasaan bersalah yang sama besarnya jika gagal di dalam mendobrak sistern yang bobrok serta meno­long mereka yang lemah clan tertinclas.

 

KETIGA;

Pdt. Ir. Rachmat T. Manulang, Ketua Jaringan Doa Nasional, dalam bukunya “TRANSFORMASI INDONESIA” ; Tuhan memberikan kesempatan yang luar biasa kepada orang Kristen dan China, karena pada waktu Suharto menjadi Presiden, ia begitu dekat dengan orang Kristen dan China. Kesempatan demi kesempatan diberikan kepada orang China dan Kristen untuk melakukan bisnis di berbagai bidang. Trio RMS (Radius, Mooy, Sumarlin) di bidang ekoRomi beragama Kristen. Itu kesempatan yang diberikan kepada orang Kristen supaya bangsa ini menjadi bangsa yang mengenal Tuhan, tetapi orang Kristen dan gereja tidak siap. Sehingga pada tahun 1990­ an, waktu Suharto melirik kelompok lain (Islam)

KEEMPAT;

PDT. DR. JIMMY OENTORO, LEMB MISIONARIS WORLD HARVEST IND ;

“Untuk merebut kerajaan (Kemanangan kristen), bukan dengan pasukan & tangan besi, melainkan untuk MENGUASAI & MENGELOLA dunia atas namaNya. Gambaran orang Kristen yang benar adalah orang-orang yang MEMPENGARUHI & MENGUASAI dunia dibawah otoriritas Allah. (REAL,edisi 29).

Arti ;

–      Orang berdosa = umat Islam/non kristen

–      Orang yang dikenan/berkenan = umat kristiani

–      Ia yang menumpuknya = orang berdosa/umat islam

–      Orang benar = umat kristen

Kesadaran umat islam perlu dibangkitkan, bahwa kafirun kristen memang tidak menggunakan senjata, namun lebih bahaya dari sekedar senjata, kalau senjata di muncratkan pelurunya menembak orang bisa mematikan satu atau dua orang, tetapi kalau otak mesum digunakan untuk membunuh bangsa Indonesia semuanya, itu cukup denga menebar fitnah dan  menimbulkan ketidak percayaan umat dengan pena pena yang ditulis oleh Mereka, melukiskan kalau kafirun itu baik atau, meskipun sebenarnya Musang berbulu Ayam. Perlu diketahui, gereja seluruh dunia bersatu untuk menghancurkan islam di Indoensia, sebagaimana terekam oleh Republika ; Kutipan dari koran Republika; “Duta Besar RI untuk Australia, Tengku Hamzah Thayib, buka mulut soal keterlibatan JARINGAN (CHURCH) GEREJA dalam kampanye kemerdekaann Papua (gereja menggunakan/menyatu dengan politik untuk mencapai tujuan)”. Mestinya itu cukup sebagai lampu kuning kepada umat Islam untuk merapatkan Barisan. Bahwa apapun yang dilakukan Kafir di negara ini tujuannya adalah menguasai negara, dan membangun Negara sesuai dengan keinginan Mereka.

Tetapi makar makar mereka yang lewat pengembangan ekomi sudah dijawab oleh Allah dalam banyak firmannya.

LENGSERKAN KEKUASAAN YANG MENDUKUNG KEKAFIRAN

Al-Qadhi Ibnul Arabi mengatakan,

 

إنَّ الله سبحانه لا يَجعل للكافرين على المؤمنين سبيلاً بالشَّرع، فإن وجد فبِخلاف الشرع

Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan menjadikan orang kafir untuk menguasai kaum mukminin secara aturan syariat. Jika itu terjadi, berarti menyimpang dari aturan syariat. (Ahkam al-Quran, 1/641). Agar tidak terjadi malapetaka yang dapat meruntuhkan NKRI ini dan berada dalam kekuasaan kafirun, perlu umat islam bersatu menggalang kekuatan, dengan satu keyakinan bahwa islamlah yang merintis republik ini bukan kristen, dan haruslah hanya islam yang memiliki kekuasaan Negara dan bukan kristen. Mengacu pada jaman Pak seorang Gubenur di angkat Presiden, itu lebih baik, untuk menyelamatkan Negeri ini, hingga tidak semua orang, seperti kafir, pencuri, perampok dan lain jenisnya tidak ikut memimpin Negeri ini..

Ketika menafsirkan surat Ali Imran ayat 118, Al-Qurthubi mengatakan,

نَهى الله المؤمنين بِهذه الآية أن يَتَّخِذوا من الكُفَّار واليهود وأهل الأهواء دُخلاءَ ووُلَجاء يُفاوضونهم في الآراء، ويُسندون إليهم أمورَهم

Allah melarang kaum mukminin, berdasarkan ayat ini untuk memilih orang kafir, orang yahudi, dan pengikut aliran sesat untuk dijadikan sebagai orang dekat, orang kepercayaan. Menyerahkan segala saran dan pemikiran kepada mereka dan menyerahkan urusan kepada mereka. (Tafsir al-Qurthubi, 4/179).

ULAMA SEPAKAT MELENGSERKAN PEMIMPIN KAFIR [MESKIPUN SEBATAS PROPINSI DKI]

Al-Qadhi Iyadh mengatakan,

أجمع العلماءُ على أنَّ الإمامة لا تنعقد لكافر، وعلى أنَّه لو طرأ عليه الكفر انعزل

Para ulama sepakat bahwa kepemimpinan tidak boleh diserahkan kepada oranng kafir. Termasuk ketika ada pemimpin muslim yang melakukan kekufuran, maka dia harus dilengserkan. (Syarah Sahih Muslim, an-Nawawi, 6/315).

Ibnul Mundzir mengatakan,

إنَّه قد “أجمع كلُّ مَن يُحفَظ عنه مِن أهل العلم أنَّ الكافر لا ولايةَ له على المسلم بِحال

Para ulama yang dikenal telah sepakat bahwa orang kafir tidak ada peluang untuk menjadi pemimpin bagi kaum muslimin apapun keadaannya. (Ahkam Ahlu Dzimmah, 2/787)

Al-Hafidz Ibnu Hajar bahkan memberikan keterangan lebih sangar,

 

إنَّ الإمام “ينعزل بالكفر إجماعًا، فيَجِب على كلِّ مسلمٍ القيامُ في ذلك، فمَن قوي على ذلك فله الثَّواب، ومَن داهن فعليه الإثم، ومن عَجز وجبَتْ عليه الهجرةُ من تلك الأرض

Sesungguhnya pemimpin dilengserkan karena kekufuran yang meraka lakukan, dengan sepakat ulama. wajib kaum muslimin untuk melengserkannya. Siapa yang mampu melakukan itu, maka dia mendapat pahala. Dan siapa yang basa-basi dengan mereka, maka dia mendapat dosa. Dan siapa yang tidak mampu, wajib baginya untuk hijrah dari daerah itu. (Fathul Bari, 13/123)

Fatwa-fatwa yang disampaikan para ulama di atas, berdasarkan hadis dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu,

بَايَعَنَا عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فِي مَنْشَطِنَا وَمَكْرَهِنَا وَعُسْرِنَا وَيُسْرِنَا وَأَثَرَةً عَلَيْنَا وَأَنْ لَا نُنَازِعَ الْأَمْرَ أَهْلَهُ إِلَّا أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنْ اللَّهِ فِيهِ بُرْهَانٌ

“Kami berbaiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk selalu mendengar dan taat kepada pemimpin, baik dalam suka maupun benci, sulitan maupun mudah, dan beliau juga menandaskan kepada kami untuk tidak mencabut suatu urusan dari ahlinya kecuali jika kalian melihat kekufuran secara nyata dan memiliki bukti yang kuat dari Allah.” (Muttafaq ‘alaih)

Semoga ini mampu Menyadarkan umat islam atas tanggung jawabnya di negeri ini. Dan semoga Allah memberi kekuatan Iman dan taqwa kepada umat Islam, sehingga punya keinginan keras melindungi agamanyadari berbagai fitnah kafirun yang berusaha meniup mati obor Islam.

Advertisements